Info Sekolah
Rabu, 24 Jul 2024
  • Terwujudnya Peserta Didik yang Beriman Bertaqwa Berakhlak Mulia, Unggul dalam Prestasi, dan Cinta Lingkungan

PENGUATAN KARAKTER PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI DISCOVERY LEARNING

Diterbitkan :

Oleh : Wahyu Darti, S. Pd

Guru Biologi SMAN 1 Kersana

(Artikel ini pernah dimuat di Harian Radar tegal Tanggal 2 Desember 2020)

 

Dampak adanya pandemi Covid -19 sudah dirasakan oleh banyak orang di berbagai  negara. Tidak perduli apakah itu negara maju, negara berkembang ataupun negara yang miskin. Di setiap bidang kehidupan manusia pun terjadi perubahan tatanan dan akhirnya terbentuklah lingkungan dan budaya masyarakat yang berbeda.

Dunia pendidikan  juga termasuk yang merasakan dampak  adanya pandemi Covid-19 ini.  Dulu setiap pagi nampak wajah ceria para pelajar dengan mengenakan seragam rapi, bersepatu bersih, dan menggendong tas ransel  siap untuk berangkat ke sekolah. Dengan tekad yang kuat untuk meraih impian tersirat di senyuman yang mereka tebarkan setiap bertemu dengan teman-teman dan guru -gurunya. Namun hal ini sudah sembilan bulan tidak bisa kita ditemukan lagi, sekarang mereka hanya  bisa belajar terus dirumah dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh Daring  (PJJ Daring).

Awal pelaksanaan sistem PJJ Daring merupakan pengalaman pertama dan berharga bagi seluruh stakeholder dunia pendidikan. Pemerintah yang berwenang dengan sigap dan cepat mempersiapkan berbagai  kebijakan untuk mengatur agar pelaksanaan Sistem PJJ Daring berjalan sesuai harapan dan cita-cita Pedidikan Nasional.

Kendala yang dialami di lapangan satu demi satu mulai muncul diberbagai medsos. Ada keluhan orang tua yang mengalami kesulitan saat menemani dan menjawab pertanyaan  dari anak-anaknya yang mengerjakan tugas sekolahnya. Ada kesulitan yang dialami guru terutama mata pelajaran eksak, saat menyampaikan materi yang berisi rumus-rumus, materi berhitung, dan materi praktikum, sehingga  hal ini mengasah kemampuan profesionalisme guru untuk memecahkan masalah tersebut. Gangguan jaringan internet, lemahnya sinyal bahkan keterbatasan quotapun menjadi faktor penyebab tidak lancarnya pelaksanaan Sistem PJJ Daring.

Namun, meski di tengah wabah pandemi Covid-19, pelaksanaan kegiatan PJJ mata pelajaran Biologi  kelas XII Mipa semester Gasal Tahun Pelajaran 2020/2021 di SMA Negeri 1 Kersana ternyata dapat dilaksanakan secara mandiri oleh siswa di rumah masing-masing.

Menurut Prof. Suyanto, Ph. D. (2013: 176) kemampuan pedagogis seorang guru harus mencakup konsep kesiapan mengajar. Kesiapan mengajar tidak hanya ditunjukkan dari penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengajar, tetapi sejauh mana guru mampu menyerap kultur keguruan. Kultur keguruan berarti guru harus memahami dinamika masyarakat sehingga kebutuhan masyarakat pada saat itu dapat terpenuhi sesuai harapan masyarakat.

Seiring kemajuan teknologi dan informasi yang semakit cepat, masyarakat pun terbiasa memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunukasi (TIK) dalam aktivitasnya. Perkembangan TIK juga memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Kemampuan profesionalisme guru di bidang TIK menjadi suatu keharusan. Karena hal ini memudahkan guru untuk mempersiapkan materi, media pembelajaran, alat evaluasi, dan berkomunikasi  saat pelaksanaan PJJ Daring. Guru yang menguasai TIK juga menjadi semakin berwibawa di hadapan siswanya sebagai sosok yang digugu dan ditiru.

Pemanfaatan sarana TIK sebagai sarana komunikasi media pendidikan seperti telepon, komputer, internet, e-mail dan layanan pesan singkat/whatsapp menbantu mempermudah pelaksanaan PJJ Daring Mapel Biologi. Dengan menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning berbasis TIK diharapkan dapat menjadikan materi Biologi  lebih mudah dipahami, tidak membosankan, juga membuat media yang menarik sehingga dapat mempermudah pemahaman siswa.

Bagaimana caranya agar siswa dapat melakukan praktikum Biologi sendiri dirumah masing –masing. Media pembelajaran apa yang cocok dan sesuai dengan materi yang akan ditampilkan. Bagaimana caranya terjalin komunikasi dan terbentuk karakter yang baik antara sesama siswa, antara siswa dan guru, antara guru dan wali murid  juga harus tercipta pada saat pelaksanaan PJJ Biologi ini.

Penyampaian materi Biologi yang sudah dikemas dalam bentuk media pembelajaran yang menarik ketika ditampilkan lewat Aplikasi Pembelajaran ternyata  mendapat respon yang positif dari siswa. Ketertarikan siswa saat Pelaksanaan PJJ Biologi ini, nampak dari banyaknya siswa yang mengisi daftar hadir PJJ Biologi (70-85%), menanyakan beberapa materi yang kurang mereka pahami (10-25%), berdiskusi dalam forum (15-30%), dan mengumpulkan tugas-tugas PJJ Biologi (65- 95%).

Kegiatan Praktikum pada pelaksanaan PJJ Biologi yang sebelumnya memanfaatka alat dan bahan yang tersedia di ruang Laboratorium sekolah, sekarang siswa harus mencari alat dan bahannya sendiri. Siswa harus berani mencoba mempraktikkan  secara mandiri di rumah masing-masing. Panduan pelaksanaan praktikum dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (LKS) sudah berisi langkah-langkah kerja, alat dan bahan praktikum yang mudah dicari dan tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa.

Sungguh menggembirakan, dari hasil laporan kegiatan praktikum siswa yang dikumpulkan sebanyak (90 %), Hasil Praktikumnya berupa foto-foto yang diambil saat proses praktikum dapat mencerminkan kerja keras, kesungguhan, keuletan, dan kesabaran mereka. Demikian juga data-data pengamatan yang terdapat dalam laporan praktikum juga sudah sistematis dan mudah untuk dipahami bahasannya.

Tentunya peristiwa yang terjadi saat  praktikum, antara siswa yang satu dengan yang lainnya berbeda sehingga laporan hasil praktikum juga bervariasi. Justru ini merupakan daya tarik tersendiri, dan sangat menarik sehingga  guru mengajak mereka berdiskusi. Suasana diskusi tentunya tetap online, bahasa dan cara berkomunikasi mereka selalu diperhatikan guru. Karena pendidikan karakter tetap menjadi prioritas dalam pendidikan. Selama diskusi berlangsung guru membimbing siswa sehingga dapat diambil persepsi  dan kesimpulan  yang benar.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar