Info Sekolah
Rabu, 24 Jul 2024
  • Terwujudnya Peserta Didik yang Beriman Bertaqwa Berakhlak Mulia, Unggul dalam Prestasi, dan Cinta Lingkungan

TANTANGAN PENDIDIKAN BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI

Diterbitkan :

Oleh : Ali Mubarok, S.Pd, M.Pd

Guru PPKn SMAN 1 Kersana

(Artikel ini pernah dimuat di Harian Radar tegal Tanggal 18 Februari 2021)

 

Diberlakukannya  new normal di Negara Indonesia membawa dampak baru yang selama ini masyarakat Indonesia belum pernah mengalaminya. Situasi dan kondisi baru ini membawa perubahan yang sangat signifikan pada budaya hidup sehat yang baru. Dengan cara kita mulai melakukan aktifitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M yang telah diatur secara baku  oleh pemerintah dalam hal ini kementrian kesehatan antara lain memakai masker bila keluar dari rumah, sering mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak serta menghindari kerumunan orang untuk mencegah penularan virus corona. Guna menghindari terjadinya penularan terutama di lingkungan pendidikan, sebagian besar aktivitas dilakukan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau pembelajaran berbasis daring (online) di dunia pendidikan dalam hal ini sekolah menggunakan aplikasi-aplikasi yang terkait dengan kemudahan pelaksanaan kegiatan pembelajaran seperti kegiatan rapat-rapat baik rapat yang dilakukan kepala sekolah, dewan guru serta staff tata usaha ataupun rapat antara wali kelas dengan murid yang menggunakan   antara lain aplikasi Zoom, begitu juga dengan aktifitas belajar mengajar menggunakan antara lain google classroom. Dengan diberlakukan new normal, mau tidak mau para pelajar akan kembali belajar ke sekolah, tentunya dengan protokol kesehatan dan keamanan yang menjamin mereka dari penularan virus. Akan tetapi dengan situasi dan kondisi yang semakin banyak jumlah orang yang terpapar virus corona maka pemerintah menghentikan proses pembelajaran luring terutama pada daerah yang berstatus zone merah.

Pembinaan siswa yang sejatinya merupakan proses yang harus dilihat secara holistik oleh semua guru menjadi jalan di tempat manakala proses pembinaan siswa terhambat oleh situasi dan kondisi tersebut. Oleh karena itu kewajiban guru membuat variasi pembinaan karakteristik siswa dengan metode pembelajaran daring dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi pembelajaran yang tetap diselingi pembelajaran yang berorientasi pembinaan moral kepada anak didik kita dengan ruang yang sangat terbatas. Karena sekolah adalah adalah miniatur pembinaan karakter bangsa dalam konteks pembinaan dasar yang bersifat formal dalam skala kecil dan terbatas.

Pembinaan karakter bangsa bagi peserta didik pada lingkup sekolah menjadi cikal bakal terbentuknya pembinaan karakter kebangsaan yang lebih luas.Sekolah memiliki peran yang sangat signifikan di samping peran orang tua dan lingkungan masyarakat yang juga mempunyai peran yang tidak dapat dianggap remeh.

Kehebatan sekolah dalam pembinaan karakter bangsa apabila tidak didukung peran orang tua dan lingkungan sosialnya maka tidak akan berarti sumbangsih dari sekolah tersebut. Maka harus ada kerja sama dan perspepsi yang sama antara ke tiga kelompok itu guna menjamin peserta didik secara personal termotivasi untuk mengembangkan kemampuan individualnya dalam proses hidup dan kehidupannya terkait dengan karakter pribadinya yang kuat dan konsisten untuk melanjutkan penguatan karakter kebangsaan di lingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat dengan percaya diri dan konsisten sehingga dapat di lanjutkan secara global pada tataran kebangsaan yang lebih luas.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar