Info Sekolah
Jumat, 20 Mei 2022
  • Berakhlak Mulia, Unggu dalam Prestasi, dan Cinta Lingkungan

KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN PEMBELAJARAN KIMIA DARING

Diterbitkan :

Oleh : Ratna Dewi P., S.Pd

Guru Kimia SMAN 1 Kersana

Repost : Radar Tegal

 

Melihat dari realitas yang ada, dapat diketahui bersama bahwasanya pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga berakhir. Sehingga masih tetap berdampak pada ruang lingkup pendidikan dalam masa pembelajaran jarak jauh (Daring/Online). SMAN 1 Kersana-Brebes juga masih menerapkan sistem pembelajaran daring hingga kini. Oleh karena itu pendidik harus terus berinovasi dalam kaitannya belajar dan pembelajaran dengan siswa. Sedemikian hingga siswa dapat dengan baik menerima setiap materi yang disampaikan oleh Guru melalui berbagai macam media dan sumber belajar. Media dan sumber belajar di masa pembelajaran daring sangat penting pengaruhnya dalam proses penyampaian materi ajar. Apabila media dan sumber belajar yang digunakan dapat menarik minat belajar siswa, maka akan terjadi sinapsis yang kuat dalam sugesti belajar antara siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai pembimbing dan pengarah.

Pembelajaran Kimia di SMAN 1 Kersana menggunakan beberapa media belajar yang memenuhi kriteria sebagai media pembelajaran jarak jauh. Misalnya dengan menggunakan aplikasi Google Classroom, Google Form, Whatsapp, Google Meet ataupun Zoom Meeting. Pembelajaran Kimia dalam fase ini mengintegrasikan beberapa nilai-nilai yang terlingkup di dalam materi ajar yang disampaikan. Misalnya integrasi dengan nilai Islam, nilai sosial dan lingkungan. Akan tetapi dalam pembahasan ini, nilai yang diintegrasikan juga meliputi nilai aspek sains dasar yakni keterampilan generik sains. Keterampilan generik sains menurut Mulyani, S (2016) dalam Jurnalna yang berjudul “Improving Student’s Generic Science Through Chemistry Learning Using ICT-Based Media on Reaction Rate and Osmotic Pressure Material” adalah kemampuan dan kecakapan yang dimiliki oleh peserta didik pada proses berpikir dan bertindak untuk memudahkan pemahaman sains dan penyesuaian kompetensi sains yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.

Keterampilan generik sains (KGS) dipakai sebagai entitas dasar yang harus dimiliki siswa.  Dalam pembelajaran Kimia jarak jauh, peningkatan dan injeksi KGS dilakukan dengan menggunakan teknik SSCS (Search, Solve, Create and Share). Teknik tersebut merupakan cara sistematis yang ditempuh untuk dapat meningkatkan keterampilan generik sains siswa baik keterampilan secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Search (Mencari) yakni siswa mencari  dan mengidentifikasi permasalahan yang berhubungan dengan materi Kimia. Solve (Menyelesaikan) yakni siswa harus dapat menyelesaikan problem yang mereka identifikasi, Create (Membuat) yaitu siswa dapat menggeneralisasikan permasalahan yang ada dan penyelesaiannya menjadi sebuah produk. Kemudian yang terakhir Share (Membagi) merupakan tahap akhir siswa untuk dapat membagi temuannya kepada Guru dan siswa lainnya. Penjelasan tersebut dikutip dari Nastiti, D (2018) dalam Jurnalnya yang berjudul “The Need Analysis of Module Development Based on Search, Solve, Create and Share to Increase Generic Science Skills in Chemistry”.

Teknik SSCS (Search, Solve, Create and Share) digunakan melalui beberapa aplikasi yang digunakan pada penyampaian materi ajar Kimia dalam Modul, Power Point, Soal dan LKS (Lembar Kerja Siswa). Teknik hanyalah perantara untuk mencapai tujuan utama, dan tujuan utamanya yaitu adanya peningkatan keterampilan generik sains. Siswa yang tidak memiliki kompetensi KGS (Keterampilan generik sains) maka akan mengalami kesulitan dalam memahami materi dan konsep sains, khususnya pada pelajaran Kimia. Apalagi di masa Pandemi Covid-19 yang menggunakan pembelajaran jarak jauh, tentunya banyak faktor internal dan eksternal yang sangat mempengaruhi pola dan hasil belajar siswa. Dengan adanya pendekatan yang efektif melalui teknik pembelajaran yang sesuai, maka akan membuat siswa tertarik dan menyukai pembelajaran. Sehingga dari hal tersebut akan muncul kesadaran dan motivasi belajar siswa yang hasilnya akan menimbulkan peningkatan keterampilan siswa khususnya keterampilan generik sains yang relevan dengan setiap indikatornya.

Menurut Brotosiswoyo, (2001) dalam bukunya yang berjudul : “Hakekat Pembelajaran MIPA dan Kiat Pembelajaran Kimia di Perguruan Tinggi”, Terdapat beberapa indikator pada KGS (Keterampilan generik sains) yaitu, pemahaman skala (ukuran), pengamatan langsung dan tidak langsung, bahasa simbolik, hukum sebab akibat, inferensi logika. Pemodelan matematik dan membangun konsep. Pemahaman skala terangkum pada kesadaran mengenai ukuran. Pengamatan langsung yakni mengamati objek secara langsung menggunakan beberapa indera diantaranya penglihatan, penciuman, perasa dan pendengaran. Pengamatan langsung dalam masa daring tidak dapat dilakukan, oleh sebab itu digunakan alternatif pengamatan tidak langsung melalui virtual. Bahasa simbolik dapat diartikan dengan penggunaan ungkapan komunikasi hasil data secara kuantitatif. Hukum sebab akibat harus dimengerti siswa dalam kontekstualisasinya pada materi dengan logika sederhana bahwasanya tidak akan terjadi sesuatu sebelum ada sesuatu.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar