Info Sekolah
Rabu, 24 Jul 2024
  • Terwujudnya Peserta Didik yang Beriman Bertaqwa Berakhlak Mulia, Unggul dalam Prestasi, dan Cinta Lingkungan

PENINGKATAN KECERDASAN EKOLOGIS DAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN

Diterbitkan :

Oleh : Sri Murniasih, S. Pd

Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Kersana

(Artikel ini pernah dimuat di Harian Radar tegal Tanggal 10 Februari 2021)

 

Tujuan utama pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan dasar manusia sambil menjaga sistem pendukung kehidupan planet bumi. Masa sekarang ini masyarakat internasional telah menyepakati pentingnya menjaga bumi dan melestarikan alam, mencegah dari pencemaran dan kerusakan, misalnya melalui pembangunan berkelanjutan. Adanya komitmen bersama pembangunan berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dunia untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan dan kehancuran yang diakibatkan oleh pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Pembangunan berkelanjutan berupaya untuk memahami interaksi seimbang antara alam dan masyarakat dalam rangka untuk mempromosikan transisi menuju keberlanjutan.

Hamzah (2013:37) menegaskan bahwa pendidikan lingkungan adalah sebuah kebutuhan yang tak terelakkan bila kita ingin mewujudkan masyarakat madani seperti yang dicita- citakan. Hal  penting yang harus digaris bawahi di sini, bahwa pendidikan lingkungan memiliki misi untuk membentuk karakter manusia kaitannya dengan lingkungan untuk kemaslahatan umat manusia dimuka bumi. Dalam kehidupan sehari-hari, membangun kepedulian terhadap lingkungan dapat diupayakan melalui pendidikan. Kecerdasan lingkungan dan emosi dibentuk berdasarkan kemampuan untuk melihat dari pandangan orang lain, untuk merasakan apa yang orang lain rasakan dan menunjukkan kepedulian kita (Goleman, 2009).

Kerusakan lingkungan yang meluas pada saat ini semakin menegaskan akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, namun disayangkan pendidikan lingkungan hidup yang diharap mampu membentuk perilaku ramah lingkungan. Pengembangan sikap salah satunya sikap peduli lingkungan relevan dengan Kurikulum 2013 yang mengusung adanya keseimbangan antara sikap, ketrampilan, dan pengetahuan mulai dari jenjang SD sampai perguruan tinggi. Jenjang SMA/MA/SMK harus lebih banyak atau lebih dominan dikenalkan, diajarkan atau dicontohkan pada anak, kemudian diikuti ranah keterampilan dan ranah pengetahuan lebih sedikit diajarkan pada anak didik.

Untuk mendukung komitmen masyarakat dan pemerintah internasional dalam upaya menjaga bumi dari pencemaran dan kerusakan dengan melalui pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup (Environment Education), yang merupakan kunci untuk mempersiapkan masyarakat dengan keahlian, pengetahuan, nilai dan sikap peduli lingkungan sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah lingkungan.

Merubah karakter peduli lingkungan dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih baik dirumah maupun di sekolah secara optimal dan efisien memang membutuhkan proses yang tidak mudah. Sekolah harus membenahi fisik dan mental warganya agar dengan kesadaran sendiri ikut peduli terhadap lingkunga. Perlu cara-cara menarik agar program ini mendapat tempat dihati para warga sekolah. Dalam pembentukan karakter ini perlu melibatkan semua personil sekolah,  dan implikasinya dalam layanan bimbingan konseling dalam bidang pribadi dan sosial.

Oleh karena itu apabila kecerdasan ekologis dapat dibentuk, dipupuk, atau ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) maka tentunya kecerdasan ekologis peserta didik akan terasah (meningkat) karena siswa dihadapkan dengan permasalahan nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari khususnya permasalahan mengenai lingkungan hidup. Seperti hasil penelitian sebelumnya oleh Susanti (2017) tentang Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMP Negeri 6 Pontianak yang menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan sikap peduli lingkungan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran problembased learning dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Kecerdasan ekologis tidak akan terbentuk tanpa adanya masalah atau pengaruh dari faktor luar seperti halnya kebutuhan siswa dalam belajar mencakup kebutuhan untuk menghadapi tantangan kehidupan (Revelle, 2006; Utina, 2011).

Guru dapat menyajikan berbagai permasalahan lingkungan hidup yang nyata dalam keseharian peserta didik, dengan memanfaatkan berbagai sumber media pembelajaran. Siswa didorong untuk mandiri secara individual maupun kelompok untuk ikut memahami permasalahan lingkungan hidup, dan melakukan usaha-usaha untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup. Adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, analisis, dan evaluasi terhadap masalah melalui pembelajaran berbasis masalah maka kecerdasan peserta didik khususnya kecerdasan ekologis akan meningkat. Jadi banyak cara untuk meningkatkan kecerdasan ekologis peserta didik adalah melalui pembelajaran pada tiap mata pelajaran dan materi layanan konseling,  juga dapat diterapkan melalui kegiatan ektrakurikuler.

Kecerdasan ekologis perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan agar pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa dapat mengubah sudut pandang akan pentingnya lingkungan dan menjaga pelestariannya, hal tersebut dilakukan sebagai siswa yang diharapkan mempunyai bekal dalam kecerdasan ekologis tidak hanya untuk diri sendiri akan tetapi agar dapat mendidik peserta didiknya dimasa yang akan datang. Pentingnya memiliki kecerdasan ekologis pada akhirnya dapat menumbuhkan kepedulian, komitmen untuk melindungi, memperbaiki serta memanfaatkan lingkungan.

Guru dan siswa merupakan faktor penting dalam setiap proses pembelajaran dikelas. Guru sebagai unsur utama dan pertama dalam proses pembelajaran, membutuhkan keterlibatan siswa demi tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu guru mata pelajaran dan guru Bimbingan Konseling perlu merancang materi atau layanan konseling yang efektif dan maksimal.

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Yuniarso Amirudin
Rabu, 5 Mei 2021

Jenis kecerdasan yang dibutuhkan oleh warga sekolah agar mampu mengedukasi masyarakat pentingnya sustainable development

Balas
Sudarso
Senin, 10 Mei 2021

Setuju Pak

Balas

Beri Komentar