Info Sekolah
Jumat, 20 Mei 2022
  • Berakhlak Mulia, Unggu dalam Prestasi, dan Cinta Lingkungan

ADA RINDU DI BALIK SEKOLAH ERA NEW NORMAL

Diterbitkan :

Oleh : Ariana Isnaeni Pilihana, S.Pd

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Kersana

(Artikel ini pernah dimuat di Harian Radar tegal)

 

Ketika sekolah sudah bersiap memasuki ke tatanan baru di era new normal ditengah pandemi Covid-19. Namun kenaikan jumlah terinfeksi Covid-19 ini semakin meningkat dan banyak klaster baru yang ada di daerah-daerah sehingga kita harus lebih menjaga diri agar terhindar dan tidak tertular dari virus yang membahayakan tersebut. Sekolah adalah salah satu klaster yang paling cepat menularkan, karenanya setiap sekolah berusaha menyiapkan berbagai macam fasilitas sarana dan prasarana terutama fasilitas kesehatan.

Tatanan yang sudah disediakan sesuai dengan pedoman teknis dan protokol kesehatan untuk menyambut pembelajaran di semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini, seluruh warga sekolah ini baik guru maupun siswa wajib mematuhinya agar kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali beroperasi untuk memenuhi tujuan pendidikan yang berkualitas. Namun yang terjadi dan sudah berjalan sejak Maret lalu pendidikan di Indonesia berakhir tidak sesuai rencana karena pendidikan yang di sampaikan adalah pendidikan yang berbasis IT (Ilmu Teknologi) yaitu dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai peraturan Menteri Pendidikan.

Situasi dan kondisi yang seperti ini memaksakan kita sebagai guru harus semakin banyak memiliki skill dalam penguasaan metode pembelajaran online dengan baik dan terarah. Perjalanan yang telah berlangsung dengan pembelajaran online dalam menyampaikan materi membuat pendidik semakin matang untuk meningkatkan kemampuanya dalam Ilmu Teknologi, yaitu dengan mengikuti berbagai macam pelatihan yang diadakan lembaga-lembaga pendidikan sehingga pendidikan di sekolah bisa berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan.

Banyak hal yang dihadapi dalam pembelajaran online, peran orang tua sangat dibutuhkan sebagai pemantau langsung dan memotivasi pada anak-anaknya, siswa juga terlibat untuk aktif mengikuti materi yang disampaikan oleh guru maple. Guru juga harus berperan aktif dalam menyampaikan materi walaupun cenderung kurang dipahami oleh siswa yang pasif.

Peran guru sebagai ahli pendidik disini sangat penting dan dibutuhkan yang tidak bisa tergantikan posisinya di sekolah, namun demikian guru tidak bisa kita temui langsung seperti pada saat KBM tatap muka. Siswa hanya bisa berkomunikasi melalui online untuk menanyakan materi maupun tugas yang belum di kuasai. Keluh kesah yang dihadapi siswa selama periode pembelajaran online ini hanya mampu sebatas komunikasi online. Siswa juga merasakan bahwa proses belajar yang didapat sejatinya tidak hanya pelatihan dan penugasan semata tetapi siswa beranggapan dirinya hanyalah menerima ilmu pengetahuan saja selama pembelajaran online.

Hal inilah yang membuat kita semua harus sadar, bukan hanya orang tua, siswa dan guru tetapi lingkungan masyarakat sangatlah dibutuhkan agar penularan covid-19 ini cepat melandai. Agar tidak muncul klaster baru sehingga peranan pendidikan dan pembelajaran bisa berjalan normal dan tatap muka segera terselenggara seperti yang dirindukan oleh semua siswa, guru, serta orang tua selama ini.

Pada dasarnya kerinduan yang diimpikan adalah untuk datang ke sekolah bisa belajar bersama guru, bisa bertatap muka dalam pembelajaran dan bisa bertemu dengan teman sebayanya untuk bercengkerama. Kejenuhan yang di hadapi selama PJJ membuat siswa ingin selalu datang ke sekolah. Karena sekolah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Dengan tidak adanya sekolah, maka kualitas pendidikan masyarakat yang ada di Indonesia jadi terganggu. Kehidupan yang dijalaninya pun juga tidak akan terjamin dengan kualitas yang baik.

Sekolah sebagai lembaga kegiatan belajar mengajar ini yang menjadi tempat bagi para guru dan siswa untuk memberi dan menerima pelajaran sesuai dengan bidangnya. Sehingga di era new normal ini kita sebagai guru sangat merindukan akan suara gaduh siswa di ruang kelas, kerinduan akan canda tawa mereka ketika di tengah-tengah waktu istirahat dan kerinduan akan ketidak patuhan beberapa siswa yang mencoba melanggar aturan.

Gegap gempita yang biasanya didengar dari arah pintu gerbang sekolahpun kini tak lagi kita lihat dan kita hadapi. Sekolah yang dirindukan menipis kembali karena mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang masih dalam potensi resiko penyebaran yang cukup tinggi di era new normal ini. PJJ sendiri masih terus di terapkan meski sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 yang telah di umumkan 20 November 2020.

Meskipun harapan akan kembali ke sekolah belum terpenuhi namun pendidikan dan pembelajaran harus terus berjalan dalam mendapatkan ilmu supaya mereka mampu menjadi manusia yang berguna bagi kehidupan bangsa dan negara serta harus memiliki motivasi serta bisa menjalankan tugas lebih giat dan bersemangat.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar