Info Sekolah
Jumat, 14 Jun 2024
  • Terwujudnya Peserta Didik yang Beriman Bertaqwa Berakhlak Mulia, Unggul dalam Prestasi, dan Cinta Lingkungan

Impelementasi Sumpah Pemuda Bagi Generasi Muda

Diterbitkan : - Kategori : Karya Guru

Oleh : Bapak Warso Komarudin, S.Pd

Guru Sejarah SMAN 1 Kersana

(Artikel ini pernah dimuat di Harian Radar tegal Tanggal 31 Oktober 2022)

Kutipan di atas menunjukkan bahwa generasi muda mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan agama dan bangsa. Dalam catatan sejarah dapat di ingat bagaimana peran para pemuda dan kaum terpelajar. Hal ini tampak jelas terutama setelah dilaksanakan Politik Etis di Indonesia. Dibukanya program edukasi telah membuka jalan lahirnya kaum muda terpelajar yang kemudian menggerakkan kesadaran kebangsaan sehingga melahirkan gerakan kebangkitan nasional di Indonesia. Puncaknya adalah terjadinya peristiwa Sumpah Pemuda yang telah meneguhkan tiga pilar jati diri keindonesiaan: tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Setelah berhasil menggelorakan Sumpah Pemuda, hampir setiap momen perubahan dan pembaharuan di Indonesia tidak pernah lepas dari peran pemuda. Sebut saja peristiwa Proklamasi Indonesia, penumpasan G30S/PKI dan lahirnya Orde Baru serta gerakan reformasi tahun 1998, kaum muda tampil sebagai penggerak dan pelopor. Peranan mereka dapat menentukan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara (Sardiman dan Amurwani Dwi L, 2017:177)

Begitu pentingnya peran pemuda bagi para pendiri bangsa. Khususnya para pemuda di era generasi milenial ini. Jika puluhan tahun yang lalu para pemuda memperjuangkan bangsanya secara fisik, namun beda dengan zaman saat ini dimana para pemuda dihadapkan dengan tantangan yang bermacam-macam bentuknya, dan apabila tidak diarahkan maka para pemuda akan tersesat ke arah yang buruk yang tentu akan berdampak buruk juga bagi keberlangsungan negara kita tercinta ini.

Sumpah Pemuda yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (kini bernama Jakarta) adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sumpah pemuda merupakan teks perjanjian yang isinya memuat tekad dan semangat persatuan pemuda Indonesia (2018:1614). Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Dengan adanya Sumpah Pemuda, diharapkan pemuda-pemudi Indonesia pada masa itu dapat bersatu untuk mengusir penjajah. Syukurlah tujuan itu berhasil tercapai saat Indonesia merdeka pada tahun 1945. Lalu bagaimana implementasi sumpah pemuda bagi generasi muda Indonesia?

Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi muda mempunyai potensi yang besar dalam dirinya. Potensi itu antara lain:

  1. Kemampuan penerapan ilmu dan tekhnologi.
  2. Optimis dan Semangat.
  3. Keberanian Mengambil Resiko.
  4. Dinamika dan Kreatifitas.

Melihat berbagai potensi yang dimiliki generasi muda, tampaknya kehidupan generasi ini sungguh terjamin dan menyenangkan. Kemajuan teknologi yang pesat, kehidupan yang super dinamis, dan perkembangan alat telekomunikasi telah membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, sering tidak kita sadari bahwa dunia ini semakin penuh dengan tantangan baru yang harus dihadapi. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa,  generasi muda harus mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut dengan mengimplementasikan makna yang terkandung dalam sumpah pemuda bukan hanya dengan  Pendidikan yang tinggi saja tetapi juga membekali dengan berbagai pengalaman dan soft skills yang baik. Menjadi pribadi yang kreatif, aktif, dan inovatif tentu harus dimiliki dalam jiwa anak muda. Itu adalah syarat utama bagi generasi muda untuk dapat bersaing dan menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin dinamis ini.

Disamping itu generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi. Kehidupan generasi ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi dan internat. Generasi lahir ketika handphone dan media sosial muncul di Indonesia, sehingga wajar kalau generasi ini lebih melek teknologi dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan arus globalisasi yang semakin cepat, generasi muda cepat berinteraksi baik langsung maupun tidak langsung dengan manusia dari berbagai belahan dunia, generasi muda lebih terbuka terhadap terhadap perbedaan. Wawasan keberagaman pun menjadi lebih luas sehingga timbul sifat toleran yang cukup tinggi. Globalisasi ini juga membawa dampak negatif seperti meningkatnya berbagai macam gaya hidup modern yang merusak moral, kepribadian, dan budaya setempat. Contohnya adalah meningkatnya individualisme, sekularisme, hedonisme, radikalisme, dan pragmatisme.

Ada beberapa hal yang bisa generasi muda lakukan dalam menghadapi dampak negatif globalisasi tersebut, misalnya dengan memahami dan mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila, mencintai Produk dalam Negeri, memupuk nilai nasionalisme dalam diri kita, Menyaring Informasi dan budaya asing yang masuk, dan melestarikan kebudayaan dan tradisi.  Ini bisa dijadikan pedoman untuk bersikap bijak dalam menghadapi arus globalisasi yang begitu cepat sehingga generasi muda tetap memiliki nilai-nilai luhur dan jati diri sebagai bangsa Indonesia. “Selamat Hari Sumpah Pemuda Indonesia yang ke-94”

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar