Info Sekolah
Rabu, 24 Jul 2024
  • Terwujudnya Peserta Didik yang Beriman Bertaqwa Berakhlak Mulia, Unggul dalam Prestasi, dan Cinta Lingkungan

“RUMAH JUARA” APLIKASI PRODUK LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Diterbitkan :

Oleh : Nur Aeni, M. Kom

Guru TIK SMAN 1 Kersana

(Artikel ini pernah dimuat di Harian Radar tegal Tanggal 15 Januari 2021)

 

Semakin bertambahnya jumlah pasien yang terdampak pandemi covid-19 membuat pemerintah menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka di semester genap tahun pelajaran 2020/2021 ini. Meskipun telah diterbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 menteri yang menetapkan bahwa awal semester 2 tahun ini sekolah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk wilayah yang berkategori zona hijau dalam persebaran virus covid-19 tetapi kemunculan klaster-klaster baru setelah liburan akhir semester memaksa pemerintah menunda pelaksanaannya.

Pada awalnya pemerintah provinsi Jawa Tengah juga merencanakan memulai pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021 ini. Dengan kejadian munculnya klaster baru setelah liburan semester gasal akhirnya diputuskan untuk semester genap ini pemerintah provinsi harus membatalkan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka, sehingga semua sekolah pada semester genap di tahun pelajaran ini masih harus mengadakan pembelajaran jarak jauh atau metode daring.

Mengawali kegiatan pembelajaran jarak jauh di semester genap ini, SMA Negeri 1 Kersana melaksanakan In House Training (IHT) bertema Penguatan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh dengan mengundang narasumber dari salah satu penerbit buku ajar. In House Training ini bertujuan untuk memberi penguatan bagi guru-guru atau tenaga pendidik untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa khususnya di masa pandemi seperti saat ini yang pelaksanaan pembelajaranya masih menggunakan metode daring.

Dengan demikian,  diharapkan semua tenaga pendidik atau guru melaksanakan PJJ dengan sebaik-baiknya tidak hanya sekedar memberikan tugas kepada siswa, tetapi bagaimana materi yang disampaikan bisa dipahami oleh mereka dan peserta didik bisa mengikuti pelaksanaan PJJ sesuai dengan jadwal  sehingga hasil belajar peserta didik  pada aspek kompetensi pengetahuan maupun ketrampilan bisa tercapai.

Ditengah maraknya alternatif berbagai aplikasi yang bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk PJJ seperti office 365, Quiper School, Zenius, google classroom, quiziz, dan lainya salah satu penerbit buku ajar merilis aplikasi yang diberi nama Rumah Juara. Aplikasi ini merupakan salah satu produk lokal yang bisa dijadikan alternatif oleh para pendidik untuk melaksanakan PJJ di samping aplikasi lain yang sebagian besar berasal dari luar. Dibandingkan aplikasi lainnya kelebihan dari aplikasi ini  yaitu bisa digunakan secara gratis dan bisa digunakan untuk belajar kapanpun dan di manapun dengan fitur yang mudah dipahami (user friendly) karena menggunakan bahasa Indonesia. Berbagai menu yang disajikan pada aplikasi ini antar lain menu Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, menu Latihan Soal, menu e-book Gratis, menu Wasantara, dan menu Penilaian Akhir Semester.

Yang paling menarik dari aplikasi ini yaitu adanya menu e-book gratis yang bisa digunakan oleh peserta didik untuk mendapatkan buku referensi kurikulum 13 dan buku penunjang pembelajaran dalam bentuk buku elektronik yang memudahkan peserta didik untuk membuka buku elektronik dan mempelajarinya kapanpun dan dimanapun dengan mengaksesnya di gadget android yang mereka miliki.

Untuk mengukur ketercapaian kompetensi pembelajaran secara kognitif, peserta didik bisa melatih diri dengan mengerjakan soal-soal latihan pada menu latihan soal. Sebagai sebuah produk lokal aplikasi ini bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dipergunakan karena memiliki fitur yang simpel dan banyak fasilitas yang bisa dipergunakan. Pada prinsipnya semakin banyak aplikasi yang dikuasi guru dalam pembelajaran jarak jauh saat ini akan semakin baik karena bisa dipergunakan sebagai pilihan dan variasi dalam pembelajaran untuk mengatasi kejenuhan siswa.

Dengan adanya aplikasi lokal berbahasa Indonesia ini rumah juara bisa diterapkan untuk pembelajaran tidak hanya di tingkat SLTA tetapi juga di tingkat sekolah dasar dan lanjutan karena salah satu kendala dalam penggunaan aplikasi pembelajaran yang dialami saat ini adalah kesulitan pemakai dalam memahami instruksi dalam bahasa asing. Selamat datang rumah juara semoga benar benar bisa mewujud menjadi rumah bagi lahirnya para juara di tengah gelombang pandemi saat ini. (*)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar